News  

Heboh! Ular Piton 5 Meter Mangsa Kucing di Sekitar Kampus UIN Alauddin Makassar

SULSELNEWS.NET – Warga di sekitar kawasan Kampus UIN Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular piton sepanjang lima meter yang memangsa seekor kucing, Selasa (22/7) malam.

Peristiwa itu terjadi di lingkungan mahasiswa di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu. Ular tersebut ditemukan sedang memangsa seekor kucing di semak-semak sekitar permukiman warga. Warga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa.

Menanggapi laporan tersebut, tim rescue Damkar Gowa bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penangkapan ular berlangsung cukup sulit lantaran dilakukan malam hari dan ular bersembunyi di bawah semak-semak yang lebat. Setelah hampir satu jam pencarian, petugas akhirnya berhasil menangkap hewan melata tersebut.

“Adanya laporan masyarakat bahwa di sekitar lingkungan anak-anak mahasiswa, tempatnya di UIN Makassar. Kebetulan, anak mahasiswa tersebut melihat ada seekor ular yang lagi memangsa kucing. Namun, ular itu lumayan besar dan panjang,” kata Muhammad Said, Sekretaris Damkar Gowa, saat ditemui usai evakuasi.

Said menjelaskan, setelah berhasil diamankan, mulut ular langsung dilakban dan dimasukkan ke dalam karung untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ular jenis piton, panjangnya 5 meter,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Said mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, pihaknya sudah mengevakuasi enam ekor ular dari kawasan pemukiman di sekitar Kampus UIN Alauddin Makassar. Menurutnya, panjang rata-rata ular yang ditangkap berkisar antara tiga hingga lima meter.

“Untuk pekan ini, kami dari Damkar Gowa sudah mengevakuasi sekitar enam ekor ular. Yang paling pendek itu ukurannya tiga meter,” ungkapnya.

Tingginya intensitas kemunculan ular di permukiman warga diduga dipicu oleh perubahan musim serta alih fungsi lahan yang kian masif di wilayah tersebut.

“Pemicunya itu pertama karena banyaknya lahan yang dipergunakan oleh masyarakat sebagai lahan perumahan. Kedua karena musim yang tidak menentu sehingga ular-ular tersebut keluar untuk mencari makan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa, untuk tetap waspada terhadap kemunculan hewan liar dan segera melapor ke Damkar jika menemukan satwa yang membahayakan keselamatan.

“Makanya itu, dihimbau kepada masyarakat khususnya Kabupaten Gowa untuk selalu waspada, dan apabila melihat ada hewan yang membahayakan, segera hubungi Damkar Kabupaten Gowa,” pungkasnya.

Seluruh ular yang berhasil dievakuasi direncanakan akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan untuk penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *