SULSELNEWS.NET — Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, aksi inspiratif datang dari seorang anggota polisi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bripka Aswin Jahar, seorang Bhabinkamtibmas di Polsek Bajeng, menyita perhatian publik lewat pelayanan unik dan humanis: mencukur rambut warga secara gratis saat berpatroli keliling kampung.
Setiap pagi, jajaran Polsek Bajeng rutin mengikuti pengarahan pimpinan. Selain penekanan pada kedisiplinan, setiap anggota juga diingatkan pentingnya menjalankan tugas dengan hati dan kepedulian terhadap masyarakat.
Bripka Aswin menjadi salah satu contoh nyata dari arahan tersebut. Ia dikenal warga karena setiap hari membawa perlengkapan cukur—mulai dari alat trimmer, sisir, hingga kain penutup—di dalam box motor dinasnya yang bertuliskan “Cukur Gratis”.
Dengan izin dari pimpinan, ia melakukan patroli di desa binaannya, salah satunya di Desa Borimatangkasa, Kecamatan Bajeng. Di sejumlah titik seperti pos ronda hingga teras rumah warga, Bripka Aswin menawarkan layanan cukur rambut tanpa biaya, khususnya untuk anak-anak, lansia, hingga warga kurang mampu.
Kegiatan sosial ini bukan hal baru. Sudah lima tahun terakhir, Bripka Aswin menjalankan inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri dengan warga.
“Awalnya ini dari kebiasaan saat saya di pasukan, kami saling cukur. Saat jadi Bhabinkamtibmas, saya lihat warga ada yang penampilannya kurang rapi. Saya coba bantu, sambil membangun komunikasi dan menyampaikan pesan kamtibmas. Responnya sangat baik. Mereka merasa terbantu, apalagi tidak perlu keluar biaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran polisi bukan sekadar penegakan hukum. Lewat pendekatan sederhana seperti ini, kehadiran Polri dapat lebih terasa dan membumi di tengah masyarakat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa tugas polisi itu bukan hanya soal penegakan hukum. Kita bisa hadir lewat hal-hal sederhana. Saya berharap Polri makin maju, makin transparan, dan tetap dekat dengan rakyat,” tambahnya.
Kapolsek Bajeng, Iptu M. Haris, turut memberikan apresiasi atas aksi anggotanya tersebut.
“Kami di Polsek Bajeng selalu menekankan agar anggota memberi pelayanan terbaik, tidak hanya di kantor tapi juga di lapangan. Seperti yang dilakukan Bripka Aswin, mencukur rambut warga secara gratis adalah bentuk kepedulian. Ini sejalan dengan semangat Polri Presisi. Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, kami dorong pendekatan humanis agar masyarakat semakin percaya dan simpati kepada Polri,” ungkap Iptu Haris.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Warga tampak antre dengan tertib, terutama anak-anak yang tampak gembira setelah dicukur dengan penuh keikhlasan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik tak selalu harus formal dan kaku. Pendekatan personal dan humanis seperti yang dilakukan Bripka Aswin bisa menjadi jembatan efektif membangun hubungan yang erat dan harmonis antara polisi dan masyarakat.












