SULSELNEWS.NET – Rangkaian Siaga SAR Khusus Merah Putih yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Pegunungan Bawakaraeng resmi ditutup, Senin (18/8). Penutupan ditandai dengan apel yang diikuti seluruh personel terlibat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Andi Sultan, mengatakan kegiatan berlangsung sejak Jumat (15/8) hingga Senin (18/8), dengan jumlah pendaki yang teregistrasi mencapai 4.176 orang. Sementara itu, total personel siaga yang dikerahkan sebanyak 326 orang dari 87 instansi dan organisasi potensi SAR.
“Alhamdulillah, kegiatan Siaga SAR Khusus Merah Putih di Bawakaraeng telah ditutup pada hari ini. Dengan total pendaki sebanyak 4.172 orang. Ada 65 pendaki yang dievakuasi dalam keadaan selamat dan satu orang meninggal dunia selama siaga berlangsung,” ujar Sultan.
Ia menjelaskan, siaga khusus ini memang digelar untuk mengantisipasi lonjakan pendaki yang merayakan HUT RI di puncak Gunung Bawakaraeng.
“Dari 65 orang yang dievakuasi, sebagian besar mengalami hipotermia. Lainnya mengalami cedera pada kaki, sakit maag, asam lambung, dan kelelahan. Hal ini sudah menjadi salah satu kekhawatiran kami, mengingat kondisi cuaca di Gunung Bawakaraeng sangat dingin, sementara sebagian pendaki adalah pemula,” tambahnya.
Menurut Sultan, penutupan siaga dilakukan seiring dengan mulai turunnya para pendaki dari berbagai jalur pendakian.
“Karena pendaki sudah mulai turun, maka Siaga SAR Khusus Merah Putih kami tutup. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh potensi SAR yang terlibat sehingga kegiatan berjalan lancar. Pesan kami untuk pendaki, selalu persiapkan diri maupun kebutuhan jika ingin mendaki Gunung Bawakaraeng di lain waktu,” tutupnya.












