SULSELNEWS.NET – Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin menghimpit, puluhan guru Al-Quran dan pengajar tahfizh di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza menerima bantuan finansial melalui program penyaluran Zakat Mal. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan KITA Palestina melalui mitra lokal di Jalur Gaza.
Sebanyak 60 guru laki-laki dan perempuan yang termasuk dalam golongan Asnaf Fisabilillah (mereka yang berjuang di jalan Allah) menjadi penerima manfaat. Bantuan ini hadir sebagai respons atas kondisi ekstrem yang dihadapi para pendidik di Gaza, mulai dari kelangkaan pangan, krisis air bersih, hancurnya fasilitas pendidikan, hingga hilangnya lapangan pekerjaan.
Meski dalam kondisi serba kekurangan dan tempat tinggal yang tidak layak, para guru ini tetap teguh mengajar. Mitra lokal di Gaza, Syekh Belal (DQWS), menyampaikan bahwa bantuan ini sangat krusial bagi keberlangsungan hidup para pengajar.
“Kegiatan pembagian dana zakat ini ditujukan khusus bagi para guru ngaji dan pengajar tahfizh yang saat ini sangat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Mereka adalah penjaga generasi, namun mereka juga manusia yang membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup,” ujar Syekh Belal di lokasi penyaluran.
Pemimpin Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk persaudaraan iman yang tak terpisahkan antara rakyat Indonesia dan Palestina.
“Para guru Al-Quran adalah tulang punggung spiritual di Gaza. Dengan mendukung mereka, kita tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memastikan bahwa interaksi anak-anak Gaza dengan Al-Quran tidak terputus meski dalam situasi perang dan blokade,” tegas KH Muhammad Zaitun Rasmin, Jumat (17/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur WIZ, Syahruddin, memastikan bahwa zakat tersebut telah sampai langsung ke tangan mereka yang berhak. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, dengan rahmat Allah, Zakat Mal telah didistribusikan kepada saudara-saudara kita di Gaza utara dan selatan. Namun, kebutuhan di sana masih sangat besar. Kami berharap kaum muslimin Indonesia selalu memberikan dukungan dan bantuan yang berkelanjutan bagi mereka,” ungkap Syahruddin. []












