News  

Safari Ramadan KAHMI, JK Ingatkan Alumni HMI Jadi Solusi atas Tantangan Bangsa

SULSELNEWS.NET — Safari Ramadan keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali digelar pada Jumat malam (6/3/2026) di kediaman Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Pertemuan yang berlangsung hangat itu dihadiri berbagai tokoh nasional dan alumni HMI lintas generasi.

Sejak menjelang waktu berbuka, para tamu terus berdatangan dan mengisi buku tamu sebagai bagian dari protokol keamanan rumah tokoh nasional tersebut. Di ruang utama kediaman, suasana tampak sederhana dan akrab. Para hadirin duduk lesehan ala santri, mencerminkan tradisi kebersamaan yang telah lama melekat dalam kultur HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI).

Di tengah lingkaran hadirin tampak Jusuf Kalla bersama Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Dr. Ir. Abdullah Puteh, M.Sc., yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan itu. Hadir pula sejumlah tokoh alumni HMI lainnya, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva dan Anggota DPR RI Ahmad Dolly Kurnia.

Menjelang waktu berbuka, Jusuf Kalla menyampaikan prolog reflektif mengenai peran strategis KAHMI dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global. Ia menekankan bahwa alumni HMI harus hadir bukan sekadar sebagai jaringan sosial, melainkan sebagai komunitas profesional yang mampu memberi solusi konkret bagi bangsa.

“KAHMI harus memberikan solusi kepada pemerintah. Kita harus menjadi profesional di bidang masing-masing,” ujar Jusuf Kalla.

Ia mencontohkan bahwa seorang pedagang harus tetap berdagang dengan baik, sementara dosen dan guru harus terus mengajar dan membangun generasi. Menurut JK, profesionalisme dalam bidang masing-masing adalah fondasi kontribusi nyata alumni bagi pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga menyinggung ketidakpastian geopolitik global yang semakin meningkat. Ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi krisis, termasuk dalam sektor energi dan logistik.

Dengan gaya khasnya, JK menyampaikan ilustrasi sederhana mengenai ketahanan energi. “Kalau tidak ada BBM, kita masih bisa naik sepeda. Tapi kalau gas untuk memasak tidak ada, itu lebih repot,” ujarnya, disambut senyum para hadirin.

Ia juga berbagi pengalaman menghadapi berbagai krisis nasional pada masa lalu, mulai dari krisis ekonomi hingga gejolak politik. Pengalaman tersebut, menurut JK, menjadi pelajaran penting agar bangsa Indonesia lebih siap menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Menanggapi pesan tersebut, Abdullah Puteh menilai pertemuan Ramadan di kediaman Jusuf Kalla memiliki makna strategis bagi konsolidasi pemikiran alumni HMI. Menurutnya, forum silaturahmi seperti ini bukan sekadar pertemuan nostalgia, tetapi ruang refleksi kolektif untuk merumuskan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Pak JK selalu mengingatkan bahwa kader dan alumni HMI harus menjadi bagian dari solusi. Itu pesan yang sangat relevan bagi KAHMI hari ini,” ujar Abdullah Puteh.

Sebagai Koordinator Presidium MN KAHMI, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas profesional alumni di berbagai sektor—mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kebijakan publik—agar jaringan KAHMI dapat berperan lebih strategis dalam pembangunan nasional.

Menurut Puteh, tantangan global saat ini menuntut organisasi alumni seperti KAHMI untuk tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga pusat gagasan dan kontribusi bagi negara.

“Jejaring alumni HMI tersebar di banyak sektor strategis. Jika potensi itu dikonsolidasikan dengan baik, KAHMI bisa menjadi kekuatan moral dan intelektual yang membantu negara menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa dan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi banyak alumni yang hadir, pertemuan tersebut menjadi momen nostalgia sekaligus refleksi atas perjalanan panjang HMI dalam melahirkan kader-kader yang berkiprah di berbagai bidang kehidupan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *