SULSELNEWS.NET – Di tengah suasana Ramadan yang penuh keteduhan dan Keberkahan ini, langkah-langkah kecil terlihat menyusuri lorong di sekitar Mapolres Gowa, Tanpa jarak dan tanpa keramaian berlebihan, tiga anak Kapolres Gowa bersama satu keponakannya membagikan ratusan paket sembako langsung ke rumah-rumah warga. Jum’at (27/2/2026)
Savirah (16), Nabila (13), Thoriq (11), dan Aisyah (12) memulai langkah mereka dari halaman Rumah jabatan. Tanpa pengawalan khusus dan tanpa jarak dengan warga, mereka berjalan kurang lebih satu kilometer mengelilingi kawasan sekitar. Hujan yang turun menjelang sore itu tak menghentikan langkah kecil mereka.
Di beberapa rumah sederhana di belakang gedung Polres, paket sembako diserahkan langsung dari tangan ke tangan. Warga yang menerima tampak tersenyum, sebagian memanjatkan doa.
“Alhamdulillah terima kasih banyak, mirip ayah dan ibunya, baik hati dan suka membantu orang susah. Sehat selalu ya nak,” ucap seorang warga sambil menyalami mereka.
Namun kegiatan ini bukan sekadar agenda berbagi di bulan Ramadan. Lebih dari itu, ada nilai yang sedang ditanamkan, empati dan kesadaran sosial sejak usia dini.
Sejak sang ayah bertugas di Gowa, kegiatan berbagi sudah menjadi rutinitas keluarga. Anak-anak itu tidak hanya mengenal lingkungan rumah jabatan sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang terbuka untuk berteman.
Teman bermain mereka bukan dari kalangan pejabat, melainkan anak-anak sekitar Polres sebagian besar berusia delapan hingga sepuluh tahun.
Mereka sering bermain bersama di halaman rumah jabatan, berbagi makanan, bahkan menghabiskan waktu tanpa sekat status sosial. Bagi keluarga ini, rumah dinas bukan simbol jarak, melainkan jembatan kebersamaan.
Kapolres Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, menilai apa yang dilakukan anak-anaknya adalah bagian dari pendidikan karakter di dalam keluarga.
“Saya dan istri hanya berusaha memberi contoh. Anak-anak perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi masyarakat di sekitarnya. Berbagi itu bukan soal jumlahnya, tapi soal kepedulian,” ujarnya.
Ia mengaku tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk ikut kegiatan sosial. Namun ia selalu mengajak mereka berdiskusi tentang arti syukur dan tanggung jawab sosial.
“Kalau sejak kecil mereka terbiasa melihat dan membantu orang lain, insya Allah itu akan menjadi kebiasaan sampai dewasa. Jabatan itu sementara, tapi nilai kebaikan harus menetap,” tambahnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan benar-benar membantu kebutuhan harian warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.
Tak hanya keluarganya, di lokasi terpisah Kapolres bersama istri juga turut membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Ia bahkan mengimbau seluruh jajaran Polres hingga Polsek untuk melakukan hal serupa.
“Saya minta anggota juga ikut berbagi selama Ramadan. Insya Allah berkah dan tidak akan membuat kita miskin,” tegasnya.
Di balik hujan yang mengguyur siang itu, langkah empat anak tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di lorong-lorong kecil sekitar Mapolres Gowa, mereka sedang belajar sesuatu yang lebih besar dari sekadar memberi: memahami, merasakan, dan tumbuh bersama masyarakat.












