SULSELNEWS.NET – Aroma gula merah yang meleleh bercampur santan hangat menyeruak dari sebuah dapur sederhana di sudut batas Kota Makassar. Di tempat itulah, kue-kue tradisional yang dulu hanya disajikan saat hajatan kampung, kini menjelma menjadi produk unggulan yang dikirim hingga berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Adalah Haji Erna atau Ibu Haji (42) sapaan akrabnya, ialah sosok di balik suksesnya usaha kue tradisional tersebut. Tangannya lincah membungkus dan mengemas dengan balutan oven, sementara di sisi lain loyang dan racikan kue yang membuat lidah bergetar tersusun rapi menunggu giliran dikemas.
Siapa sangka, usaha yang berawal dari pesanan tetangga itu kini mampu memproduksi ratusan kue setiap hari. Bahkan, pesanan datang tak hanya dari dalam kota, tetapi juga dari kabupaten lain hingga luar provinsi.
“Dulu cuma untuk arisan dan acara keluarga. Sekarang hampir tiap minggu kirim paket ke luar kota. Alhamdulillah,” ujar Erna sambil tersenyum.
Bertahan dengan Resep Turun-Temurun
Di tengah gempuran kue modern dan dessert kekinian, Erna tetap mempertahankan resep warisan orang tuanya. Tanpa bahan pengawet dan tanpa mengubah cita rasa asli.
Kemasan pun dibuat lebih modern agar menarik minat pasar anak muda, namun isi tetap autentik. Strategi inilah yang membuat produknya mampu bersaing.
Media sosial menjadi jembatan utama. Foto-foto kue dengan balutan daun pisang dan kemasan box elegan rutin diunggah. Tak jarang, pembeli membagikan ulang pengalaman mereka menikmati kue tersebut.
Ramadan Jadi Momen Panen Pesanan
Selama Ramadan, dapur Erna nyaris tak pernah sepi. Pesanan melonjak hingga dua kali lipat. Ia bahkan menambah tenaga kerja dari warga sekitar untuk memenuhi permintaan.
Omzet yang sebelumnya hanya ratusan ribu rupiah per hari, kini bisa mencapai juta rupiah per bulan di musim ramai.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kue tradisional bukan sekadar jajanan nostalgia. Dengan inovasi dan konsistensi rasa, produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dari dapur kecil di Makassar, cita rasa kampung kini menjelajah antarprovinsi — membawa cerita tentang tradisi, kerja keras, dan harapan.












