SULSELNEWS.NET — Ratusan siswa SMP, SMA, dan hafidz di Desa Panyangkalan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terpaksa terlantar setelah sekolah mereka disegel oleh pemilik lahan. Akibat penyegelan tersebut, para siswa tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas sejak beberapa hari terakhir.
Sekolah yang terdampak adalah SMP dan SMA Darussalam. Pintu pagar sekolah ditutup oleh pemilik lahan menggunakan batang bambu dan digembok, sehingga seluruh siswa dan guru tidak dapat memasuki area sekolah.
Pantauan di lokasi, para siswa hanya bisa menunggu di depan sekolah sambil membaca buku. Mereka berharap pemerintah dan pihak sekolah segera mencarikan solusi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Saya berharap sekolah kami segera dibuka agar bisa belajar dengan tenang dan seperti biasanya,” ujar Rifda, salah satu siswa SMA Darussalam.
Sementara itu, Liliana, salah satu guru SMA Darussalam, mengungkapkan bahwa penyegelan sekolah sudah berlangsung selama empat hari terakhir. Akibatnya, ratusan siswa tidak bisa menerima pelajaran secara langsung di kelas.
“Sudah empat hari ini kami tidak bisa memberikan pelajaran karena sekolah disegel,” kata Liliana.
Untuk mengantisipasi terhentinya proses pembelajaran, pihak sekolah terpaksa memberikan tugas kepada siswa secara daring. Sebagian siswa juga diarahkan untuk belajar di rumah ibadah.
Para siswa berharap perhatian serius dari pemerintah hingga Presiden Prabowo agar segera mencarikan solusi terbaik demi keberlanjutan pendidikan mereka ke depan.
Sebelumnya, SMP dan SMA Darussalam di Kabupaten Gowa disegel oleh seorang warga yang mengklaim lahan tempat sekolah tersebut berdiri merupakan miliknya.












