Tangis Haru Sambut Kepulangan Bilqis, Anak Korban Penculikan di Makassar

SULSELNEWS.NET – Suasana haru menyelimuti halaman Mapolrestabes Makassar saat bocah empat tahun bernama Bilqis akhirnya kembali ke pangkuan orang tuanya, setelah sempat dilaporkan hilang selama sepekan. Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat berkat kerja sama antara jajaran Polrestabes Makassar dan Polres Jambi.

Tangis dan sorak bahagia pecah saat mobil polisi yang membawa Bilqis tiba di halaman kantor Polrestabes, disambut keluarga besar dan warga sekitar yang sejak pagi menanti kedatangannya. Bilqis tampak digendong seorang anggota polisi yang mengevakuasinya, disambut pelukan hangat keluarganya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membenarkan bahwa Bilqis ditemukan usai proses pencarian intensif selama hampir sepekan.

“Proses pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur kepolisian. Syukur alhamdulillah, akhirnya Bilqis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Arya Perdana.

Dari hasil pemeriksaan medis dan psikologis yang melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kondisi Bilqis dinyatakan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Setelah menjalani pemeriksaan, Bilqis resmi diserahkan kembali kepada orang tuanya di Mapolrestabes Makassar.

Nenek korban, Suriani, tak kuasa menahan tangis haru dan rasa syukurnya.

“Kami sangat bersyukur, terima kasih banyak kepada semua petugas yang sudah bekerja keras mencari cucu kami sampai akhirnya ditemukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bilqis dilaporkan hilang pada Minggu pagi (2/11/2025) saat menemani orang tuanya berolahraga di kawasan Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Upaya pencarian oleh keluarga sempat dilakukan di sekitar taman, namun hasilnya nihil. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Panakkukang dengan membawa bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan Bilqis dibawa oleh seorang perempuan tak dikenal.

Kini, kembalinya Bilqis dalam keadaan selamat menjadi kabar yang melegakan sekaligus mengharukan bagi masyarakat Makassar yang mengikuti kasus ini sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *