SULSELNEWS.NET — Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui tim dosen dan mahasiswa Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menjalin kerja sama dengan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Sulawesi Selatan dalam kegiatan bertajuk “Pengembangan Strategi Promosi Olahraga Petanque di Sulawesi Selatan Melalui Media Sosial.”
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud komitmen UNM dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi dan rekreasi di daerah. Fokus utama program ini adalah membantu FOPI Sulawesi Selatan merancang strategi promosi olahraga petanque yang lebih efektif melalui pemanfaatan platform digital seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.
Ketua Tim PKM, Dr. Benny Badaru, M.Pd., bersama anggota tim yakni Irfan Yunus, Andi Syaiful Alimsyah, dan Ahmad Yani, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari pentingnya memperkenalkan olahraga petanque kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
“Petanque memiliki potensi besar menjadi olahraga prestasi dan rekreasi yang inklusif. Melalui promosi digital, kami berharap generasi muda di Sulawesi Selatan semakin mengenal dan tertarik untuk berpartisipasi dalam olahraga ini,” ujar Benny Badaru.
Kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Ketua FOPI Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menilai kegiatan PKM tersebut memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan eksposur dan citra olahraga petanque di daerah.
“Selama ini kegiatan petanque kurang terekspos di media. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan pengelolaan media sosial dari tim UNM, kami kini memiliki strategi komunikasi yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat luas,” ungkapnya.
Program PKM yang berlangsung dari Mei hingga Oktober 2025 ini meliputi serangkaian kegiatan, seperti:
1. Workshop dan sosialisasi olahraga petanque melalui media sosial;
2. Pelatihan pembuatan dan penyebaran konten digital bertema edukasi dan prestasi petanque;
3. Pendampingan pengelolaan akun media sosial resmi FOPI Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM, yang sekaligus merupakan atlet petanque dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel. Mereka berperan aktif dalam produksi konten dan pengelolaan kampanye digital, mulai dari pembuatan video pendek, infografis, hingga poster digital yang disesuaikan dengan karakter audiens muda di media sosial.
Selain pelatihan, tim PKM juga melakukan pendampingan lapangan bersama komunitas petanque di berbagai daerah di Sulsel. Pendampingan ini mencakup dokumentasi kegiatan, penyusunan jadwal publikasi, serta manajemen akun media sosial agar lebih terarah dan konsisten.
Menurut laporan pelaksanaan kegiatan, hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan terhadap jangkauan dan interaksi akun media sosial FOPI Sulawesi Selatan. Akun resmi FOPI kabupaten/kota kini lebih aktif mengunggah konten edukatif, profil atlet, dan dokumentasi kompetisi daerah, sehingga berdampak positif terhadap minat masyarakat untuk mengenal olahraga petanque.
Program ini menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan organisasi olahraga daerah. Melalui kolaborasi ini, UNM berperan aktif dalam memperkuat kapasitas kelembagaan olahraga di masyarakat serta menumbuhkan budaya digital yang mendukung promosi olahraga berbasis teknologi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara UNM dan FOPI dalam bidang pelatihan, penelitian, serta promosi olahraga berbasis teknologi,” tutup Benny Badaru.
Dengan adanya program pengabdian ini, FOPI Sulawesi Selatan kini memiliki strategi promosi yang lebih modern, adaptif, dan terukur. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan olahraga lain, sekaligus memperkuat peran universitas dalam membina kemitraan berbasis pengabdian dan inovasi sosial di bidang keolahragaan.












