News  

Basarnas Perluas Area Pencarian Kapal Ambulans yang Hilang di Selat Makassar

SULSELNEWS.NET — Memasuki hari kelima sejak hilangnya kontak kapal ambulans yang membawa tiga orang penumpang pada Senin (13/10), tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Pagi ini, Minggu (19/10/2025), tim menggunakan KN SAR Kamajaya untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan Pangkep. Kapal tersebut dijadwalkan merapat ke Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM), air bersih, dan logistik tambahan yang akan digunakan selama empat hari pencarian berikutnya.

“Tim SAR gabungan hari ini kembali ke Pelabuhan Soekarno Hatta untuk melakukan pengisian BBM, air bersih, serta logistik bagi kru dan personel di KN SAR Kamajaya. Selain itu, akan dilakukan perollingan rescuer karena faktor kelelahan setelah empat hari bertugas di lapangan,” ujar Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar.

Sultan menjelaskan, area pencarian akan diperluas hingga 110 nautical mile (nm) sesuai hasil prediksi SAR Map, yang mempertimbangkan arah angin, arus, dan gelombang di sekitar perairan Pangkep.

“Rencana di hari kelima, pencarian akan dilakukan hingga Pulau Langkoitang, Pulau Tinggalungan, Pulau Saujung, dan Pulau Dewakkang. Kami juga telah menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas melalui SROP Makassar dan VTS Makassar agar melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal ambulans tersebut,” jelas Sultan.

Ia menambahkan, pencarian sejauh ini telah dilakukan di sekitar Pulau Doangdoangan hingga Pulau Pagarungan, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpangnya.

“Pencarian dilakukan dengan pola paralel karena wilayahnya cukup luas, mencapai 115 nm dengan radial 209° ke arah barat daya. Kendala utama di lapangan adalah arus kuat dan ombak tinggi. Hingga kini belum ada temuan, padahal jalur ini termasuk jalur pelayaran yang cukup ramai,” tegas Sultan.

Diketahui, kapal ambulans tersebut berangkat dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakkang pada Senin (13/10) dengan waktu tempuh normal sekitar delapan jam. Namun hingga kini belum tiba di tujuan dan dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Makassar.

Kapal ambulans yang baru selesai dibuat itu mengangkut tiga orang penumpang, masing-masing M. Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60) — ketiganya warga Pulau Tinggalungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *