News  

Wabup Gowa, Panen Raya Jagung Hybrida Berkualitas Tinggi di Bontonompo

SULSELNEWS.NET —Wakil Bupati (Wabup) Gowa Darmawansyah Muin mengikuti panen raya jagung pada lahan seluas 25 hektare di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo

“Sesuai dengan perintah bapak Presiden, baik dari visi misi kami membuktikan sejak awal di lantik, salah satu program kami adalah fokus  pada swasembada pangan di Gowa utamanya produksi padi dan jagung,” kata Darmawansyah disela panen jagung jenis Hybrida berkualitas tinggi di Gowa, Selasa, (12/8).

Menurut Darmawansyah, keberhasilan panen raya jagung tersebut tidak lepas dari kerja-kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dengan menghadirkan bibit berkualitas tinggi hingga menghasilkan produksi besar sekaligus dapat diterima di pasaran domestik maupun internasional.

Dari hasil ini, Pemkab Gowa akan terus berupaya dari tahun ke tahun untuk memastikan bantuan kepada petani baik itu bibit padi dan jagung berkualitas. Ia juga mendorong kerja sama kolaborasi pemerintah daerah,  provinsi hingga pemerintah pusat, apalagi Gowa akan mencetak 6.000 sawah baru tahun ini.

“Kami juga meminta masukan dan bantuan dari pemerintah pusat terkait dengan kesejahteraan petani. Hari ini kita juga melantik pengurus baru KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan). Saya berpesan, KTNA mengawasi serta membina seluruh kelompok tani di Gowa,” paparnya.

Pria disapa akrab DM ini menekankan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan mesti berkolaborasi dengan KTNA dalam hal peningkatan kesejahteraan petani utamanya pengadaan bibit berkualitas. Ia meminta kelompok tani yang layak dibantu segera dibantu.

“Tapi ingat, banyak kelompok tani terdaftar tapi tidak aktif, hanya ketuanya saja, anggotanya tidak. Jangan sampai diberi bantuan, ketuanya dapat anggota tidak, bisa saja dia perjual belikan  bantuan itu. Target kita tahun ini mencetak sawah 6.000 hektare di Gowa,” tuturnya menegaskan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menyebutkan, laporan diterima panen raya jagung tersebut satu hektare bisa menghasilkan 11 ton dengan bibit berkualitas setelah ditanam petani.

Hasil panen tersebut sebagian bibit-bibitnya akan disebarluaskan dinas terkait, baik pembelian langsung maupun bantuan ke masyarakat. Sebab, semakin besar produksi petani maka semakin menambah pendapatan petani. “ini kita inginkan output dan kesejahteraan petani kita,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Gowa Muhammmad Fajaruddin menyampaikan, panen raya jagung ini di lahan seluas 25 hektare. Dan hari ini mulai di panen dua hektare.

Sedangkan luasan keseluruhann lahan untuk penanaman jagung di Gowa, kata dia, sekitar 53 hektare dengan hasil produksi rata-rata 6,74  per hektare tahun 2024. Sementara tahun 2025 mengalami kenaikan produksi, Subround I rata-rata 10,7 ton per hektare, dan Subround II mencapai 11 ton per hektare.

“Kita berharap panen jagung hari diterima pasar, serta peran Bulog untuk mengambil langsung di masyarakat. Sesuai dengan harga pemerintah padi dan jagung mulai diambil Bulog. Sama dengan jagung ini, kita berharap harga pemerintah itu Rp5.500 dan bisa diambil Bulog, itu harapan kita kedepan,” paparnya optimis.

Panen raya jagung tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) camat, lurah, para petani serta undangan lainnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *