SULSELNEWS.NET, — Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) terus menegaskan eksistensinya sebagai organisasi kekerabatan yang berkomitmen menjaga warisan budaya dan mempererat persatuan di kalangan keturunan Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka.
Organisasi ini bukan sekadar wadah silaturahmi antar wija (keturunan), tetapi juga aktif dalam melestarikan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan sang raja yang dikenal arif, religius, dan visioner dalam sejarah Bugis-Makassar.
PERWIRA LPMT hadir dengan misi besar: menanamkan kembali nilai-nilai budaya dan filosofi hidup Bugis yang diwariskan oleh La Patau, serta menginternalisasikannya ke dalam kehidupan modern.
“PERWIRA LPMT tidak hanya sebatas himpunan keluarga besar, melainkan juga menjalankan peran aktif dalam membina persatuan dan kesatuan di antara para wija, dengan semangat kebersamaan dan saling menguatkan,” demikian disampaikan dalam salah satu pernyataan resmi organisasi.
Sebagai bentuk penguatan nilai-nilai tersebut, organisasi ini menjunjung tinggi sebuah motto dalam aksara Lontara Bugis:
ᨔᨗᨑᨘᨕᨗ ᨙᨆᨑᨙ ᨈᨛᨔᨗ ᨑᨘᨕᨗ ᨊᨚ᨞ ᨔᨗᨈᨗᨑᨚᨕ ᨉᨙᨌᨙ
ᨈᨛᨔᨗ ᨔᨗᨈᨗᨑᨚᨕ ᨍ᨞
“Sirui mènrè, tessi rui no. Sitiroang dècèng, tessi sitiroang ja.”
Yang bermakna:
• Saling mengangkat, pantang saling menjatuhkan.
• Saling menunjukkan kebaikan, dan tidak saling mempermalukan.
Motto ini menjadi napas perjuangan organisasi dalam membina solidaritas dan empati sesama anggota, sejalan dengan falsafah Bugis tentang siri’ (harga diri), pesse (kepedulian), dan semangat kolektif untuk tumbuh bersama tanpa menjatuhkan satu sama lain.
PERWIRA LPMT juga menjalankan berbagai program, mulai dari seminar budaya, pameran pusaka, hingga ziarah ke makam leluhur. Kegiatan sosial pun rutin dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai penerus nilai-nilai luhur dari La Patau, PERWIRA LPMT berkomitmen melakukan internalisasi visi dan misi perjuangan leluhur kepada generasi muda: membina integritas, menjaga marwah keluarga besar, serta merawat kebudayaan Bugis agar tetap hidup dan relevan,” ujar perwakilan organisasi dalam keterangan tertulis.
Dengan semboyan “Bersatu dalam perbedaan, mengangkat tanpa menjatuhkan, dan menunjukkan kebaikan tanpa mencela,” PERWIRA LPMT ingin menjadi contoh nyata bahwa kekuatan budaya dan moral dapat menjadi pondasi kuat dalam membangun peradaban modern.












