News  

Nelayan Galesong Butuh Ratusan Liter Biosolar Sekali Melaut, Pertamina Tambah Pasokan hingga 70 Persen

SULSELNEWS.NET— Kebutuhan Biosolar bagi nelayan menjadi salah satu fokus pengawasan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di wilayah Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Kebutuhan operasional kapal nelayan di wilayah tersebut dapat mencapai ratusan liter Biosolar dalam satu kali perjalanan. Untuk menjaga ketersediaan BBM bagi nelayan yang memenuhi ketentuan, Pertamina menambah penyaluran Biosolar di SPBUN Galesong.

Tambahan penyaluran tersebut mencapai 50–70 persen dari rata-rata penyaluran harian. Pertamina juga melakukan pengecekan stok dan realisasi penyaluran secara berkala untuk memantau perkembangan kebutuhan di lapangan.

Verifikasi lapangan dilakukan pada titik penyaluran Biosolar bagi nelayan di wilayah Takalar. Pengecekan meliputi kondisi stok, realisasi penyaluran dalam beberapa hari terakhir, serta pola konsumsi untuk melihat kesesuaian antara kebutuhan nelayan dan pasokan yang tersedia.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan tambahan penyaluran dilakukan untuk merespons kebutuhan operasional nelayan sekaligus menjaga distribusi tetap terukur.

“Kebutuhan Biosolar nelayan memiliki karakteristik yang berbeda karena sangat bergantung pada operasional kapal. Untuk Galesong, kami sudah menambah penyaluran 50–70 persen dari rata-rata harian. Di lapangan kami juga terus mengecek stok dan realisasi penyaluran agar pasokan dapat mengikuti kebutuhan nelayan yang memenuhi persyaratan,” ujar Lilik.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Dinas Perikanan, aparat pengawasan, pengelola SPBUN dan SPBU, serta Hiswana Migas untuk memantau kondisi distribusi secara menyeluruh.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar bersubsidi tetap mengikuti mekanisme dan persyaratan yang berlaku bagi nelayan.

Pertamina menyatakan evaluasi kebutuhan dan pola distribusi akan terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan. Pengendalian penyaluran juga tetap dilakukan agar Biosolar dapat diterima nelayan sesuai peruntukan dan kebutuhan operasionalnya.