SULSELNEWS.NET — Delapan pendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan saat mendaki untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kedelapan pendaki tersebut dievakuasi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Mereka ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan di sejumlah titik jalur pendakian Gunung Bawakaraeng.
Tim SAR kemudian membawa seluruh pendaki menuju Posko Registrasi Bulu Balea. Setelah tiba di posko, mereka mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tim medis.
Kondisi yang dialami para pendaki cukup beragam, mulai dari hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Beberapa di antaranya kemudian dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kondisi masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan evakuasi tersebut merupakan bagian dari siaga khusus Basarnas Makassar untuk mengamankan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng.
“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.
Siaga khusus Basarnas Makassar berlangsung pada 15-18 Agustus 2026. Sebanyak 295 personel dikerahkan, terdiri dari unsur Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya.
Personel disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.
Tingginya aktivitas pendakian terlihat dari jumlah pendaki yang telah melakukan registrasi. Hingga H-2, tercatat 3.273 pendaki masuk melalui sejumlah jalur pendakian.
Rinciannya, 223 pendaki melalui Registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.
Arif mengingatkan para pendaki agar tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik mulai menurun. Cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan selama pendakian.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.
Basarnas Makassar juga meminta seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan untuk menjaga koordinasi dan komunikasi. Hal itu dinilai penting mengingat jumlah pendaki yang cukup tinggi serta medan Gunung Bawakaraeng yang membutuhkan kesiapsiagaan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan,” kata Arif.
Siaga khusus Basarnas Makassar masih berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan akan terus memantau jalur pendakian dan siap memberikan pertolongan apabila kembali ditemukan pendaki yang membutuhkan bantuan.












