
SULSELNEWS.NET – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi kreatif, industri kecantikan menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi generasi muda. Melihat potensi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar menghadirkan program pemberdayaan perempuan melalui Coaching Make Up Artist bertajuk “Women Empowerment Through Beauty Art”, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Ruang Mahoni 1, Sabtu (4/7/2026), ini diikuti sebanyak 56 perempuan Generasi Z secara gratis. Menghadirkan Make Up Artist profesional Cindy Macciano, peserta mendapatkan pelatihan praktik tata rias, berbagi pengalaman, hingga wawasan mengenai peluang usaha di industri kecantikan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan membuka akses terhadap keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
“Selama ini, sektor beauty art sering dipandang hanya sebatas tren atau hobi. Padahal, di balik industri ini terdapat peluang usaha yang sangat besar. Karena itu, PDI Perjuangan hadir untuk membuka ruang bagi perempuan muda agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan dan mendorong kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, industri kecantikan saat ini berkembang sangat pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa tata rias untuk berbagai kegiatan, mulai dari wisuda, pernikahan, hingga kebutuhan konten digital. Kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan oleh Generasi Z melalui peningkatan kompetensi dan kreativitas.
Selain praktik make up, peserta juga mendapatkan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai strategi membangun usaha, pemasaran melalui media sosial, hingga pentingnya membangun personal branding sebagai seorang Make Up Artist. Bekal tersebut diharapkan mampu membantu peserta memulai usaha secara mandiri maupun mengembangkan karier di industri kreatif.
Ketua Panitia, Fikhran Noer, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PDI Perjuangan terhadap lahirnya sumber daya manusia yang produktif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Semangat Bulan Bung Karno bukan hanya mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa masih banyak sektor ekonomi kreatif yang belum banyak dilirik, padahal memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi anak muda, khususnya perempuan,” katanya.
Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki keberanian untuk memulai usaha sendiri dan memanfaatkan perkembangan industri kecantikan sebagai peluang bisnis.
“Harapan kami, dari pelatihan ini akan lahir beautypreneur muda yang kreatif, mandiri, dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga maupun daerah. PDI Perjuangan akan terus hadir melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru,” tutup Fikhran.
Melalui Women Empowerment Through Beauty Art, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya perempuan-perempuan muda yang berdaya saing, inovatif, dan mampu memanfaatkan potensi ekonomi kreatif sebagai jalan menuju kemandirian. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa politik tidak hanya hadir dalam ruang kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.












