News  

3 Keluarga Dekat Penumpang ATR 42-500 Datangi Posko DVI untuk Pengambilan Sampel

SULSELNEWS.NET — Tiga keluarga dekat penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) mendatangi Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani pengambilan sampel sebagai data pembanding dalam proses identifikasi korban pesawat jatuh.

Ketiga penumpang tersebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masing-masing atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.

Para keluarga terdekat penumpang pesawat naas ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) itu datang ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 diketahui melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar sebelum dinyatakan hilang kontak. Pesawat tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan Taman Nasional Bulu Saraung, sekitar puncak Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Pesawat dilaporkan hilang kontak sekitar satu kilometer sebelum lokasi jatuh, setelah dinyatakan hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu lalu.

Di Posko DVI yang dipusatkan di Kantor Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, para keluarga terdekat penumpang yang sebagian berasal dari luar Kota Makassar ini menjalani pengambilan berbagai sampel, di antaranya DNA, sampel liur, rambut, serta rekam medis lainnya.

Selain itu, pihak keluarga juga menyerahkan masing-masing foto anggota keluarga mereka yang menampakkan struktur gigi, guna mendukung proses identifikasi korban.

Dengan hadirnya tiga keluarga terdekat penumpang ATR 42-500 tersebut, tim DVI Polda Sulawesi Selatan kini telah mengumpulkan sedikitnya delapan sampel data pembanding dari total sepuluh penumpang, setelah sebelumnya lima keluarga penumpang telah lebih awal dilakukan pengambilan sampel.

Salah satu anggota keluarga penumpang menyampaikan kedatangannya ke Makassar untuk menjalani proses DVI.

“Saya dari Jakarta, tiba di Makassar tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Saya datang ke sini karena diundang oleh Kementerian Kelautan, itu saja,” ujar Mister X.

Ia juga menegaskan kehadirannya semata-mata untuk keperluan identifikasi.

“Saya ke Bhayangkara untuk dilakukan tes DVI, hanya itu saja. Kalau keluarga saya di pesawat itu, keponakan saya atas nama Yoga. Terima kasih, saya omnya Yoga, tulis saja saya Mister X.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *